Sabtu, 12 Oktober 2013
Sabtu, 10 Agustus 2013
PLPG TAHUN 2013
250.000 Guru Akan Dipanggil PLPG Tahun 2013
Sabtu, 27 Juli 2013 | 15:30 WIBDr. Unifah Rosyidi selaku Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kemdikbud mengatakan “tahun 2013 ini sebanyah 250.000 guru akan dipanggil untuk mengikuti PLPG di masing-masing rayon sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. Sebanyak 250.000 guru tersebut nantinya sudah tidak akan diundang untuk penataran kurikulum 2013 lagi, karena dengan mengikuti PLPG diasumsikan mereka telah memahami kurikulum 2013 tersebut. Inilah yang menjadi tanggungjawab para instruktur untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang kurikulum 2013” tegasnya saat menjadi narasumber pada acara pembekalan bagi para Instruktur PLPG Rayon 112 Unnes (Sabtu 27/72013).
Dalam laporannya Ketua LP3 Unnes Dr. Hartono mengatakan “tahun 2013 ini pelaksanaan PLPG di Rayon 112 Unnes akan dimulai tanggal 19 Agustus 2013. Pelaksanaan PLPG di Rayon 112 Unnes mengunakan sistem blok dan non-blok, sistem blok yaitu sepuluh hari berturut-turut dan sistem non-blok yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu. Adapun alokasi peserta untuk Unnes di tahun 2013 ini kurang lebih mencapai 11.912 guru” ungkapnya.
Diunggah oleh: Eko Febrianto
Sabtu, 06 April 2013
verifikasi data PTK
Verifikasi Data PTK
Mulai tahun 2013 penerbitan SK Tunjangan Profesional (SK TP) akan didasarkan pada Data Pokok yang disebut DAPODIK yang ada di DIREKTORAT P2TK DIKDAS (Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
DATA GURU atau Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) ini dikirim sendiri oleh sekolah masing-masing melalui Aplikasi Pendataan Pendidikan ke server pusat DAPODIK secara online.
Sistem online DAPODIK ini berdampak pada guru atau PTK yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Data Anda sebagai guru atau PTK harus benar dan valid, sehingga nantinya tidak bermasalah dengan penerbitan SK TP atau pencairan tunjangan sertifikasi.
Cara Cek Verifikasi Data PTK
- Kunjungi website P2TK DIKDAS KEMDIKBUD atau http://116.66.201.163:8083/info.php atau klik GAMBAR diatas
- Login terlebih dahulu dengan memasukkan Nomor NUPTK dan Password, untuk paswordnya sesuia dengan tanggal lahir anda yang diisikan pada entry data DAPODIK di masing2 sekolah dengan format : YYYYMMDD Contoh : jika anda lahir tanggal 23 Agustus 1977 formatnya 19770823
- Jika muncul informasi NUPTK tidak ditemukan, ada beberapa kemungkinan. 1) Kolom NUPTK belum diisi pada data Dapodik anda; 2) Kolom NUPTK anda diisi namun salah ketik. 3) Data Dapodik utk NUPTK ybs belum ter-import ke basis data.
- Jika ada masalah tertentu, sertakan NUPTK dan masalahnya melalui email ke cekdataguru.dikdas@gmail.com untuk bantuannya dan telusuri penyebabnya.
- Setelah anda berhasil untuk Login maka akan keluar tampilan seperti ini :
Catatan
- Jika ada kesalahan atau data yang belum diisi lakukanlah perubahan atau perbaikan melalui Aplikasi Pendataan DAPODIK yang telah diisi dimasing-masing sekolah yang bersangkutan
- Perubahan data tidak bisa di P2TK DIKDAS harus melalui Aplikasi Pendataan DAPODIK masing-masing sekolah.
sumber : <a href="http://saktobek.blogspot.com/2013/03/verifikasi-data-ptk.html" target="_blank">Verifikasi Data PTK </a>
Senin, 24 Desember 2012
Kurikulum 2013 Justru Tak Lagi Buat Guru Repot
Penulis : Riana Afifah | Sabtu, 22 Desember 2012 | 08:50 WIB
TERKAIT:
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil alih pembuatan silabus pada kurikulum baru nanti. Pasalnya, eksekusi KTSP di lapangan selama ini kedodoran karena kemampuan guru yang beragam dalam membuat silabus.
"Variasi sekolah dan guru itu luar biasa. Ada yang bisa membuat silabus, ada juga yang tidak. Jadi, kalau guru diwajibkan bikin silabus, ya remek," kata Nuh saat berkunjung ke Gedung Kompas, Palmerah, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Ia menambahkan bahwa pengawasan dan kontrol pendidikan dengan kurikulum yang berjalan saat ini juga sulit dilakukan mengingat masing-masing sekolah berwenang membuat silabus dan menjalankan proses pembelajaran sesuai dengan cara yang diketahuinya.
"Mengontrolnya susah bukan main. Persepsi masing-masing guru, masing-masing sekolah itu berbeda," jelas Nuh.
Tidak hanya itu, masalah yang cukup signifikan dan berdampak pada anak didik adalah banyak bermunculannya Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan konten tak sesuai. Hal ini disebabkan kemampuan guru dalam membuat soal latihan untuk murid kadang terbatas sehingga penggunaan LKS dijadikan pilihan.
"Munculnya LKS itu kan karena guru kadang susah membuat soal. Kami juga tidak bisa apa-apa karena kan sudah diserahkan pada sekolah," ungkap Nuh.
"Ya itu, makanya muncul Bang Maman, Bang Mimin, Maria Ozawa dalam LKS anak-anak," tandasnya.
52 Ribu Honorer Kategori 1 Telah Ditetapkan Formasinya
52 Ribu Honorer Kategori 1 Telah Ditetapkan Formasinya
| Kamis, 20 Desember 2012 10:38 |
|
Jakarta-Humas BKN, Sebanyak 52 ribu
formasi tenaga honorer kategori 1 untuk 29 instansi pusat dan 413
instansi daerah telah diserahkan ke masing-masing instansi pusat dan BKD
provinsi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi. Penyerahan ini dilakukan pada Rapat Koordinasi Nasional
(Rakornas) Pengadaan CPNS Dari Tenaga Honorer yang dilaksanakan di
Gedung Manggala Wanabakti, Rabu (19/12). Jumlah ini merupakan jumlah
sementara dari hasil pelaksanaan Quality Assurance yang dilakukan oleh
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai tindak lanjut uji
publik atas 71 ribu tenaga honorer yang diumumkan sebelumnya.
![]() Penyerahan formasi tenaga honorer kepada pejabat yang berwenang baik instansi pusat maupun daerah.
Acara Rakornas dibuka oleh Sekretaris
Utama KemenPAN-RB Tasdik Kinanto. Dalam pidatonya, Tasdik menjelaskan
bahwa pemerintah menginginkan supaya dapat mengambil keputusan
didasarkan data yang benar tanpa menzholimi. Tasdik juga menegaskan
bahwa jumlah formasi yang diberikan belum semuanya, karena masih ada
daerah yang proses pemeriksaannya masih berjalan.
Menteri PAN-RB Azwar Abubakar dalam
pengarahannya menjelaskan bahwa PNS yang tertinggal ini (honorer-red)
harus sesuai dengan syarat dan kualitas sehingga dapat mewujudkan
birokrasi yang bersih (dari KKN dan politisasi), kompeten serta melayani
kepada masyarakat. Azwar Abubakar juga menjelaskan bahwa pembina
kepegawaian kedepan adalah Sekretaris Daerah. “Ke depan Pembina
kepegawaian adalah Sekretaris daerah (Sekda), tentunya Sekda dengan
Pembinaan dengan cara yang benar, dengan metode cek dan ricek,” ujar
Azwar Abubakar.
![]() Pembukaan Rakornas Pengadaan CPNS dihadiri Menteri PAN-RB Azwar Abubakar, Kepala BKN Eko Sutrisno dan para pejabat serta undangan dari instansi pusat maupun daerah
Sementara itu Direktur PLP Bidang
Polsoskam Lainnya BPKP Bonardo Hutauruk menjelaskan bahwa pengumuman
awal tenaga honorer kategori 1 merupakan uji publik dan bukan pengumuman
final. “Dengan adanya uji publik, banyak pengaduan yang berdatangan
sehingga menghasilkan tiga kegiatan,yakni Verifikasi Ulang, Quality
Assurance dan Audit dengan Tujuan Tertentu,” jelas Bonardo. Lebih
lanjut Bornado menegaskan bahwa masuknya BPKP untuk memberikan keyakinan
yang memadai dengan memastikan data yang dimasukkan benar-benar sesuai
dengan peraturan dan tidak membahas masalah kebijakan.
Mekanisme Penetapan NIP CPNS untuk
tenaga honorer juga disampaikan dalam acara tersebut. Pembahasan materi
ini disampaikan langsung oleh Deputi Pengadaan, Kepangkatan dan Pensiun
BKN Sulardi. Hadir dalam acara ini Kepala BKN Eko Sutrisno, para
pejabat di lingkungan KemenPAN-RB, BKN, BPKP dan juga undangan dari 33
instansi Pusat serta 413 instansi daerah. Proses pemberkasan di BKN saat
ini sudah menggunakan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK)
sehingga tidak lagi menggunakan formulir D1A. Untuk informasi lebih
lanjut tentang penggunaan SAPK dapat dilihat di www.bkn.go.id atau
menghubungi Kantor Pusat BKN atau Kantor Regional BKN. fuad
|
Selasa, 08 Mei 2012
Pemerintah Wujudkan PNS kelas Dunia
Pemerintah sudah berkomitmen agar Reformasi Birokrasi untuk melakukan langkah awal perubahan yang mendasar seperti paradikma, culture, dan perubahan sistem dalam birokrat. Pola pikir yang harus diubah menurut SesMenPAN-RB Tasdik Kinanto “kebiasaan kerja birokrasi pemerintahan saat ini dan harus berani mengatakan ketika ada hal yang di rasa, tidak benar” ujarnya.Pembukaan Pelatihan Workshop analisis jabatan beban kerja dan evaluasi jabatan Provinsi Kalimantan Barat oleh Sekertaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Tasdik Kinanto Senin, (07/05) Pontianak. Tasdik Kinanto mengatakan “Analisis jabatan yang dilaksanakan di daerah-daerah untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil tingkat dunia”.(Cry/Humas Menpan-RB)
Minggu, 06 Mei 2012
Menjadi PNS yang Profesional
Hasil tes CPNS telah diumumkan. Bagi yang lolos barangkali jadi kado istimewa di awal tahun 2009 karena di depan mata, masa depan sudah tergambar jelas yaitu menjadi PNS. Menerima gaji dan tunjangan pasti setiap bulan, bahkan sampai akhir hayat. Bagi yang gagal tentu kecewa tapi jangan sampai berlarut-larut. Masih ada kesempatan mengadu nasib lagi walau entah kapan.
Menjadi PNS memang dambaan banyak orang. Pelamar bukan hanya mereka yang belum bekerja tetapi juga yang sudah punya pekerjaan. Motivasinya beragam, mulai ingin mendapat pekerjaan, mendapat pekerjaan yang lebih baik atau ingin mendapat pekerjaan yang santai dengan mendapatkan fasilitas gaji dan tunjangan setiap bulan.
Sayang, justru motivasi terakhir ini paling banyak mendasari seseorang ingin menjadi PNS. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kinerja PNS masih rendah. Membaca koran dan mengobrol di saat jam kerja merupakan pemandangan sehari-hari yang terlihat pada isntasi pemerintah. Rendahnya kinerja mereka tidak terlepas dari persoalan sejarah.
Selama Orde Baru, PNS identic dengan pihak yang dilayani, bukan melayani. Tetapi, kini paradigma itu seharusnya diubah. PNS harus mampu menjadi pelayanpublik. Tuntutan masyarakat adalah mendapatkan pelayanan cepat, berkualitas, mudah dan murah. Hal ini tentu merupakan tuntutan berat bagi PNS yang terbiasa dengan kinerja seadanya.
Kinerja yang kurang optimal, salah satunya disebabkan oleh job security (tingkat aman jaminan pegawai) yang mereka miliki. Seburuk apapun kinerja mereka, instansi pemerintah yang mempekerjakan tidak akan melakukan pemecatan. Paling banter hanya mutasi. Kondisi ini juga yang menyebabkan begitu diminatinya profesi PNS.
Mengubah budaya kerja tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika yang dihadapi adalah pegawai yang terbiasa santai, tidak punya tanggung jawab moral. Pemerintah dengan tujuan meningkatkan profesionalitas, menaikkan gaji mereka hamper setiap tahun. Meski kebijakan ini sebetulnya dapat diperdebatkan.
Barangkali kebijakan itu tepat kalau memang kinerja rendah disebabkan kecilnya gaji yang diterima sehingga mereka tidak focus terhadap pekerjaan. Mereka dituntut cari pekerjaan sambilan untuk menambah penghasilan. Tetapi kalau kinerja rendah disebabkan mentalitas santai maka kebijakan menaikkan gaji setiap tahun pun tidak mampu meningkatkan produktivitasnya.
Udji Prijatno (0817313234)
Perum. Griya Praja Mukti G11
Gemeksekti Kebumen
Langganan:
Postingan (Atom)



